Minggu, 20 Maret 2016

Makalah Pendekatan Perencanaan Pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Untuk memulai suatu kegiatan pasti diawali dengan suatu perencanaan, tanpa adanya perencanaan maka tidak akan ada kegiatan. Perencanaan merupakan hal pertama yang harus dilakukan. Begitu juga dengan sistem pendidikan, didalam pendidikan juga sangat diperlukan perencanaan. Perencanaan menurut M. Fakry dalam (Udin, 2011:4) diartikan sebagai suatu proses pembuatan serangkaian kebijakan untuk mengendalikan masa depan sesuai yang ditentukan. Perencanaan dapat pula diartikan sebagai upaya untuk memadukan antara cita-cita nasional dan resources yang tersedia yang diperlukan untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Oleh karena perencanaan memerlukan beberapa pendekatan agar perencanaan tersebut dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan atau dikehendaki. Adapun pendekatan perencanaan tersubut akan penulis uraikan didalam makalah ini.

Rabu, 09 Maret 2016

Rangkuman Rekrutmen



REKRUTMEN


Rekrutmen adalah proses menentukan dan menarik pelamar yang mampu untuk bekerja dalam suatu perusahaan (Veithzal Rivai dalam Suwatno, 2009:1). Proses ini dimulai ketika para pelamar dicari dan berakhir ketika lamaran mereka dikumpulkan yang hasilnya merupakan sekumpulan pelamar calon karyawan baru untuk diseleksi. Tujuan utama rekrutmen adalah menemukan pelamar-pelamar berkualifikasi yang akan tetap bersama perusahaan dengan biaya yang paling sedikit. Oleh karena itu, individu yang underqualified yang akan frustasi dan meninggalkan organisasi. Landasan program rekrutmen yang baik mencakup faktor-faktor berikut: (1) program rekrutmen memikat banyak pelamar yang memenuhi syarat, (2) program rekrutmen tidak pernah mengompromikan standar standar seleksi, (3) berlangsung atas dasar berkesinambungan. Menurut Rivai (dalam Suwatno 2011: 65) filosofi dan rekrutmen meliputi: (a) Mutu karyawan yang akan direkrut harus sesuai kebutuhan yang diperlukan, (b) Jumlah karyawan yang diperluakn harus sesuai dengan  job yang tesedia, (c) Biaya yang diperlukan diminimalkan, (d) Perencana dan keputusan strategis dengan perekrutan, (e) Fleksibiliti, dan (f) Pertimbangan hukum. Menurut Simamora (dalam Suwatno, 2011:66) kendala dalam rekrutmen meliputi: (1) Karakteristik organisasional, (2) Citra organisasi, (3) Kebijakan organisasional. Berbagai macam kebijakan yang dapat mempengaruhi perekrutan adalah sebagai berikut: (a) Kebijakan promosi internal, (b) Kebijakan kompensasi, (c) Kebijakan status kepegawaian, (d) Kebijakan pengangkatan internasional, (e) Rencana strategik dan rencana SDM, (f) Kebiasaan perekrut, (g) Kondisi eksternal, (h) Daya tarik pekerjaan, (i) Persyaratan pekerjaan. Tahap-tahap dari rekrutmen yakni: (1) Memperjelas posisi untuk diisi melalui perekrutan, (2) Memeriksa dan memperbaharuhi uraian serta spesifikasi pekerjaan untuk posisi yang dibutuhkan, (3) Mengidentifikasi sumber-sumber dari pelamar yang memenuhi syarat, (4) Memilih cara komunikasi yang paling efektif untuk menarik pelamar yang memenuhi syarat. Menurut Cardoso (dalam Suwatno, 2011: 71) menyatakan bahwa teknik-teknik rekrutmen sebagai berikut: (a) Teknik Rekrutmen yang Disentralisasikan, (b) Teknik Rekrutmen yang Didesentralisasikan. Mengevaluasi kesuksesan upaya-upaya perekrutan adalah penting, hal itu adalah cara utama untuk menemukan apakah upaya-upaya tersebut efektif dalam aspek waktu dan uang yang dikeluarkan. Menurut Mathis dan Jackson (dalam Suwatno, 2011:75) terdapat hal-hal umum yang perlu dievaluasi, yaitu: (1) Jumlah Pelamar, dan (2) Tujuan EEO yang Ingin Dicapai.