Sabtu, 09 Januari 2016

Resume Model Organisasi Pendidikan



Model Organisasi Pendidikan Sekolah (Sistem Persekolahan)

Menurut Schein (dalam Wahab, 2011:108) organisasi adalah koordinasi yang rasional dari aktivitas sejumlah orang dalam mencapai sejumlah tujuan yang jelas melalui pembagian kerja dan fungsi dan melalui hierarki kekuasaan dan tanggungjawab. Sedangkan menurut Etzioni (dalam Wahab, 2011:108) organisasi merupakan unit sosial atau perserikatan manusia yang sengaja didirikan dengan penuh pertimbangan akal sehat dalam mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Menurut Herbert (dalam Winardi, 2003:08) organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas, dan tanggungjawab. Organisasi-organisasi formal, menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Organisai-organisasi formal tahan lama dan terencana maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh dari organisasi-organisasi formal, misalnya: universitas-universitas dan sekolah-sekolah.

Menurut Beckhard (1981) terdapat beberapa model organisasi pendidikan sekolah, diantaranya:
1.    Model kasus usaha merubah kebudayaan organisasi.
Menurut Beckhard (1981:87) model kasus ini menguraikan strategi kegiatan merubah kebudayaan dari suatu organisasi, yang dimiliki dan dikelola oleh keluarga ke organisasi yang dimiliki oleh keluarga dan dipimpin secara profesional. Kebudayaan yang bersifat tradisional, strategi pemasarannya tidak engingat perubahan waktu dan gaya kepemimpinan yang tegar dan ketat. Sejarahnya organisasi telah didirikan pada saat dunia yang relatif stabil dan dapat diproduksi dengan mudah. Orientasi organisasi lebih kepada output sehingga guru memiliki pengaruh yang besar pada pimpinan. Didalam model ini, merubah kebudayaan yang awalnya hanya berpacu pada output menjadi proses dimana pimipinan atau kepala sekolah harus menyelaraskan kegiatan-kegiatan peserta didiknya. Beberapa analisis dalam model ini, antara lain:
a.    Potensi kepemimpinan yang dimiliki kepala sekolah tinggi.
b.    Terdapat perubahan perilaku dalam kepemimpinan yang memungkinkan sejumlah orang ingin menjadi pemimpin.
c.    Memiliki kemampuan yang tinggi dalam pemasaran.
d.   Mampu menghadapi masalah.
2.    Model kasus usaha merubah strategi kepemimpinan.
Model kasus ini memberikan ilustrasi tentang strategi perubahan dari gaya kepemimpinan ke otokratis sentralistis ke gaya kepemimpinan organisasi. Organisasi ini didirikan oleh seorang pemimpin serta kegiatan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan sampai pengevaluasian dilakukan langsung oleh pemimpin organisasi lembaga pendidikan itu sendiri.
3.    Model kasus merubah cara kerja yang dilakukan.
Model kasus ini memberikan ilustrasi perbaikan organisasi melalui redistribusi kerja diantara bermacam-macam bagian dari organisasi. Usaha-usaha yang dilakukan yaitu:
a.       Pengkajian dan perumusan kembali tujuan-tujuan organisasi
b.      Reorganisasi kerja pimpinan yang bermula dari pemusatan diri pada pengembangan kebijakan dan perencanaan beralih ke kegiatan operasi harian
c.       Reorganisasi pimpinan apabila analisa fungsional menunjukkan permasalahan
d.      Pendelegasian pengambilan keputusan pemilihan pimpinan
Sedangkan langkah-langkah kegiatan yang dilakukan oleh seorang pimpinan menurut Beckhard (1981:129) adalah:
a.       Menyusun visi dan misi organisasi melalui diskusi
b.      Menganalisis visi dan misi organisasi yang akan ditetapkan
c.       Melakukan pengkajian ulang terhadap organisasi dan mengadakan reorganisasi apabila terdapat masalah didalamnya
d.      Mengadakan evaluasi secara berkala guna mengetahui keberhasilan visi dan misi
4.    Model kasus adaptasi secara kreatif terhadap lingkungan hidup.
Model kasus ini menerapkan gaya kepemimpinan otokratis tetapi baik hati. Dengan gaya kepemimpinan otokratis tetapi baik hati, pemimpin beranggapan akan meningkatkan produktivitas. Berikut beberapa strategi adaptasi terhadap lingkungan hidup menurut Beckhard (1981:136) diantaranya:
a.       Mendiskusikan program-program dengan pimpinan organisasi lembaga pendidikan
b.      Menyelenggarakan pemantauan atas dasar asumsi bahwa data yang akan dihasilkan akan menjadi jelas bagi pimpinan organisasi lembaga pendidikan
c.       Berdasarkan cara strategi sebelumnya dihadapkan pada pimpinan organisasi lembaga pendidikan dengan cara lebih bersifat tidak mengancam
d.      Membandingkan pimpinan organisasi lembaga pendidikan dengan pimpinan organisasi lembaga pendidikan lainnya
e.       Mengadakan experimen tindakan untuk memastikan perbedaan yang segnifikan pada iklim, keefektifan operasi, dan produktifitas. Hal ini bertujuan untuk melanjutkan kegiatan.
5.    Model kasus usaha merubah pola komunikasi dan pengaruh.
Model kasus ini memberikan ilustrasi strategi pengembangan saling pengertian serta komunikasi yang efektif antara pimpinan organisasi lembaga pendidikan dan bawahannya. Strategi yang dikembangkan model kasus usaha merubah oola komunikasi dan pengaruh diantaranya:
a.       Sebisa mungkin diusahakan pembentukan kelompok internal bawahan sehingga tercipta citra pribadi tentang diri mereka sendiri
b.      Sebisa mungkin di usahakan kerja sama antar kelompok bawahan untuk menemukan kesamaan tujuan tujuan guna meningkatkan kegiatan kerja sama
c.       Sebisa mungkin di usahakan pengumpulan informasi tentang kebutuhan dan masalah bawahan
d.      Pimpinan lembaga pendidikan melakukan pemantauan terhadap bawahan guna pembinaan atau perbaikan kemampuan mereka.
e.       Pimpinan organisasi lembaga pendidikan mengadakan rapat bersama untuk menemukan cara-cara memperbaiki kerjasama.
6.    Model kondisi-kondisi yang menghadapkan dan mensukseskan usaha perubahan dan pengembangan organisasi.
Dalam kasus model kasus ini di jelaskan kondisi-kondisi yang dapat menghalangi perjalanan menuju perbaikan organisasi yang efektif  serta sejumlah kondisi-kondisi yang diperlukan dalam pengembangan usaha perbaikan yang berhasil dan langgeng. Beberapa kondisi yang dapat menggagalkan menurut Beckhard (1981:162), yaitu:
a.       Selisih yang tajam antara pernyataan pimpinan organisasi lembaga pendidikan tentang nilai dan gaya dengan kenyataan tingkah laku kepemimpinan nya
b.      Program kegiatan besar tanpa tujuan-tujuan perubahan-perubahan yang kokoh
c.       Pembauran antara tujuan dan alat
d.      Kerangka kerja jangka pendek
e.       Tidak ada kaitan antara usaha perubahan yang berorientasi pada ilmu-ilmu tingkah laku dengan kegiatan perubahan yang berorientasi pada pelayanan kepemimpinan
f.       Terlalu menggantungkan diri pada bantuan luar
g.      Terlalu percaya pada anggota internal organisasi
Kondisi-kondisi yang dapat mensukseskan menurut Beckhard (1981:167) diantaranya:
a.       Terdapat tekanan pada pimpinan organisasi lembaga pendidikan yang mendorong timbulnya hasrat untuk bertindak
b.      Terdapat semacam intervensi pada pimpinan organisasi lembaga pendidikan
c.       Mengusahakan penemuan cara-cara penyelesaian dan mengharuskan adanya komitmen pada arah-arah tindakan baru.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul:
Ditulis Oleh
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih