Model Organisasi Pendidikan Sekolah (Sistem Persekolahan)
Menurut Schein (dalam Wahab, 2011:108) organisasi
adalah koordinasi yang rasional dari aktivitas sejumlah orang dalam mencapai
sejumlah tujuan yang jelas melalui pembagian kerja dan fungsi dan melalui
hierarki kekuasaan dan tanggungjawab. Sedangkan menurut Etzioni (dalam Wahab,
2011:108) organisasi merupakan unit sosial atau perserikatan manusia yang
sengaja didirikan dengan penuh pertimbangan akal sehat dalam mencapai tujuan
yang diinginkan bersama. Menurut Herbert (dalam Winardi, 2003:08) organisasi
formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik yang menerangkan
hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas, dan tanggungjawab.
Organisasi-organisasi formal, menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi
masing-masing anggotanya. Organisai-organisasi formal tahan lama dan terencana
maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh dari organisasi-organisasi
formal, misalnya: universitas-universitas dan sekolah-sekolah.
Menurut Beckhard (1981) terdapat beberapa model
organisasi pendidikan sekolah, diantaranya:
1. Model
kasus usaha merubah kebudayaan organisasi.
Menurut Beckhard (1981:87) model kasus ini
menguraikan strategi kegiatan merubah kebudayaan dari suatu organisasi, yang
dimiliki dan dikelola oleh keluarga ke organisasi yang dimiliki oleh keluarga
dan dipimpin secara profesional. Kebudayaan yang bersifat tradisional, strategi
pemasarannya tidak engingat perubahan waktu dan gaya kepemimpinan yang tegar
dan ketat. Sejarahnya organisasi telah didirikan pada saat dunia yang relatif
stabil dan dapat diproduksi dengan mudah. Orientasi organisasi lebih kepada output sehingga guru memiliki pengaruh
yang besar pada pimpinan. Didalam model ini, merubah kebudayaan yang awalnya
hanya berpacu pada output menjadi proses dimana pimipinan atau kepala sekolah
harus menyelaraskan kegiatan-kegiatan peserta didiknya. Beberapa analisis dalam
model ini, antara lain:
a. Potensi
kepemimpinan yang dimiliki kepala sekolah tinggi.
b. Terdapat
perubahan perilaku dalam kepemimpinan yang memungkinkan sejumlah orang ingin menjadi
pemimpin.
c. Memiliki
kemampuan yang tinggi dalam pemasaran.
d. Mampu
menghadapi masalah.
2. Model
kasus usaha merubah strategi kepemimpinan.
Model kasus ini memberikan ilustrasi tentang
strategi perubahan dari gaya kepemimpinan ke otokratis sentralistis ke gaya
kepemimpinan organisasi. Organisasi ini didirikan oleh seorang pemimpin serta
kegiatan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan sampai
pengevaluasian dilakukan langsung oleh pemimpin organisasi lembaga pendidikan
itu sendiri.
3. Model
kasus merubah cara kerja yang dilakukan.
Model kasus ini memberikan ilustrasi perbaikan
organisasi melalui redistribusi kerja diantara bermacam-macam bagian dari
organisasi. Usaha-usaha yang dilakukan yaitu:
a. Pengkajian
dan perumusan kembali tujuan-tujuan organisasi
b. Reorganisasi
kerja pimpinan yang bermula dari pemusatan diri pada pengembangan kebijakan dan
perencanaan beralih ke kegiatan operasi harian
c. Reorganisasi
pimpinan apabila analisa fungsional menunjukkan permasalahan
d.
Pendelegasian pengambilan keputusan pemilihan
pimpinan
Sedangkan langkah-langkah kegiatan yang dilakukan
oleh seorang pimpinan menurut Beckhard (1981:129) adalah:
a. Menyusun
visi dan misi organisasi melalui diskusi
b. Menganalisis
visi dan misi organisasi yang akan ditetapkan
c. Melakukan
pengkajian ulang terhadap organisasi dan mengadakan reorganisasi apabila
terdapat masalah didalamnya
d. Mengadakan
evaluasi secara berkala guna mengetahui keberhasilan visi dan misi
4. Model
kasus adaptasi secara kreatif terhadap lingkungan hidup.
Model kasus ini menerapkan gaya kepemimpinan
otokratis tetapi baik hati. Dengan gaya kepemimpinan otokratis tetapi baik
hati, pemimpin beranggapan akan meningkatkan produktivitas. Berikut beberapa
strategi adaptasi terhadap lingkungan hidup menurut Beckhard (1981:136)
diantaranya:
a. Mendiskusikan
program-program dengan pimpinan organisasi lembaga pendidikan
b. Menyelenggarakan
pemantauan atas dasar asumsi bahwa data yang akan dihasilkan akan menjadi jelas
bagi pimpinan organisasi lembaga pendidikan
c. Berdasarkan
cara strategi sebelumnya dihadapkan pada pimpinan organisasi lembaga pendidikan
dengan cara lebih bersifat tidak mengancam
d. Membandingkan
pimpinan organisasi lembaga pendidikan dengan pimpinan organisasi lembaga
pendidikan lainnya
e. Mengadakan
experimen tindakan untuk memastikan perbedaan yang segnifikan pada iklim,
keefektifan operasi, dan produktifitas. Hal ini bertujuan untuk melanjutkan
kegiatan.
5. Model
kasus usaha merubah pola komunikasi dan pengaruh.
Model kasus ini memberikan ilustrasi strategi
pengembangan saling pengertian serta komunikasi yang efektif antara pimpinan
organisasi lembaga pendidikan dan bawahannya. Strategi yang dikembangkan model
kasus usaha merubah oola komunikasi dan pengaruh diantaranya:
a. Sebisa
mungkin diusahakan pembentukan kelompok internal bawahan sehingga tercipta
citra pribadi tentang diri mereka sendiri
b. Sebisa
mungkin di usahakan kerja sama antar kelompok bawahan untuk menemukan kesamaan
tujuan tujuan guna meningkatkan kegiatan kerja sama
c. Sebisa
mungkin di usahakan pengumpulan informasi tentang kebutuhan dan masalah bawahan
d. Pimpinan
lembaga pendidikan melakukan pemantauan terhadap bawahan guna pembinaan atau
perbaikan kemampuan mereka.
e. Pimpinan
organisasi lembaga pendidikan mengadakan rapat bersama untuk menemukan
cara-cara memperbaiki kerjasama.
6. Model
kondisi-kondisi yang menghadapkan dan mensukseskan usaha perubahan dan
pengembangan organisasi.
Dalam kasus model kasus ini di jelaskan
kondisi-kondisi yang dapat menghalangi perjalanan menuju perbaikan organisasi
yang efektif serta sejumlah
kondisi-kondisi yang diperlukan dalam pengembangan usaha perbaikan yang
berhasil dan langgeng. Beberapa kondisi yang dapat menggagalkan menurut
Beckhard (1981:162), yaitu:
a. Selisih
yang tajam antara pernyataan pimpinan organisasi lembaga pendidikan tentang
nilai dan gaya dengan kenyataan tingkah laku kepemimpinan nya
b. Program
kegiatan besar tanpa tujuan-tujuan perubahan-perubahan yang kokoh
c. Pembauran
antara tujuan dan alat
d. Kerangka
kerja jangka pendek
e. Tidak
ada kaitan antara usaha perubahan yang berorientasi pada ilmu-ilmu tingkah laku
dengan kegiatan perubahan yang berorientasi pada pelayanan kepemimpinan
f. Terlalu
menggantungkan diri pada bantuan luar
g.
Terlalu percaya pada anggota internal
organisasi
Kondisi-kondisi yang dapat mensukseskan menurut
Beckhard (1981:167) diantaranya:
a. Terdapat
tekanan pada pimpinan organisasi lembaga pendidikan yang mendorong timbulnya
hasrat untuk bertindak
b. Terdapat
semacam intervensi pada pimpinan organisasi lembaga pendidikan
c.
Mengusahakan penemuan cara-cara
penyelesaian dan mengharuskan adanya komitmen pada arah-arah tindakan baru.
0 komentar:
Posting Komentar