Sinopsis
Biografi Soeharto
Buku
yang berjudul “GIMANA KABARMU, NAK, MASIH ENAK ZAMANKU, THO?” ini menceritakan
tentang kerinduan masyarakat pada system pemerintahan yang dilaksanakan pada
zaman Soeharto. Siapa Soeharto itu??... soeharto adalah presiden kedua republic
Indonesia. Berikut biografi tentang Soeharto.
Soeharto
lahir pada tanggal 8 Juni 1921 di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan
Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Beliau lahir sebagai anak ketiga dari
pasangan Sukirah dan kertosudiro. Karena ayahnya hanya seorang pengatur air
disawah dengan penghasilan yang pas-pasan membuat proses persalinan Soeharto
tidak dilaksanakan di Rumah Sakit melainkan hanya dibantu oleh dukun bayi yaitu
Mbah Kromo yang tak lain masih saudara ibu Sukirah.
Kehidupan
kecil Soeharto tak seenak yang dibayangkan. Tak lama setelah beliau lahir kedua
orang tuanya bercerai. Karena percerain itu, ibu Sukirah jatuh sakit dan tidak
dapat menyusui Soeharto kecil yang pada saat itu masih berumur 40 hari. Dengan
kejadian itu Soeharto dibawa kerumah Mbah Kromo. Dibawah asuhan Mbah Kromo,
Soeharto kecil belajar berdiri dan berjalan. Bukan hanya itu, Mbah Kromo juga
mengajarinya bertani, bekerja keras, juga belajar menjadi pemimpin dengan penuh
keuletan.
Setelah
tamat SD atau dahulu disebut SR di Wonogiri, Soeharto kembali ke kampung
kelahirannya, Kemusuk. Beliau kembali ke kampung halamannya untuk melanjutkan
sekolah menengah pertama (SMP). Beliau memilih SMP Muhammadiyah sebagai tempat
belajarnya karena beliau suka dengan peraturannya, yaitu boleh mengenakan
sarung tanpa mengenakan sepatu. Karena tidak ada biaya untuk melanjutkan
setelah lulus SMP, Soeharto pun berusaha mencari pekerjaan kesana kemari. Tak
lama kemudian, beliau mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu klerek pada sebuah
bank desa (volk bank). Tapi tak lama setelah itu Soeharto meminta berhenti.
Ketika usianya 21 tahun, tepatnya pada tahun 1942, beliau mendaftar sebagai
anggota Koninklijk Nederlands Indisce Leger (KNIL). Beliau diterima tapi hanya sempat bertugas selama 7
hari karena Belanda menyerah kepada Jepang. Soeharto pun pulang kampung dan
dikampung beliau masuk sekolah milliter di Gombong, Jawa Tengah. Beliau lulus
sebagai lulusan terbaik pada saat itu.
Saat
meletus Perang Dunia II, Soeharto bergabung lagi dengan KNIL. Kariernya di
bidang militer terus menanjak. Pasca Perang kemerdekaan Soeharto dianggat
menjadi komandan Brigade Garuda Mataram dengan pangkat letnan kolonel. Kini
usia Soeharto menginjak 26 tahun. Beliau sejenak berhenti dari memikirkan tugas
tugas kamiliterannya. Beliau hanyalah laki laki normal yang menginginkan adanya
pendamping hidup. Pilihannya jatuh pada Siti Hartinah yang akrab disapa ibu
Tien Soeharto, keturunan seorang bangsawan Solo yaitu dari dinasti
Mangkunegoro, yang sudah dikenalnya waktu di Wuryantoro, wonogiri semasa
sekolah disana. Dari pernikahannya beliau dikaruniai 6 orang anak. 3 anak laki
laki dan 3 anak perempuan.
Jabatan
Soeharto di bidang militer terus bertambah. Ketika usianya mencapai 40 tahun,
Soeharto diangkat sebagai Panglima Korp Tentara I Caduad (Cadangan Umum AD) dan
merangkap sebagai Panglima kohanudad (Komandan Pertahanan AD). Tak lama setelah
itu, Soeharto yang ditugaskan di Indonesia Timur tepatnya di Makasar di tarik
ke Markas Besar ABRI dan diangkat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan
Darat (kostrad).
Tibalah
saat supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) turun, yang mengharuskan
Soeharto menggantikan Seokarno menjadi presiden. Dibawah kepemimpinan Soeharto
Indonesia sedikit demi sedikit diakui keberadaannya. Kepemimpinannya yang tegas
membuat berbagai masalah dapat diatasinya seperti masalah krisis moneter, pemberontakan
G S30/PKI dan lain sebagainya. Tak hanya itu banyak penghargaan yang di
dapatkannya seperti Bapak Pembangunan RI, Penghargaan Medali Emas FAO karena
swasembada beras, Penghargaan Kependudukan PBB karena keberhasilan dalam bidang
Keluarga Berencana (KB), dan masih banyak lagi.
Soeharto
menjabat sebagai presiden selama 32 tahun atau 6 dekade. Pada dekade ke enam
sebenarnya beliau sudah tidak mau menjadi presiden karena beliau merasa sudah
tua. Tapi karena banyak yang menginginkan Soeharto menjadi presiden lagi,
akhirnya Soeharto mengikutinya. Tak lama setelah pelantikannya yang ke enam
Indonesia dilanda krisis ekonomi seperti pada awal awal pemerintahannya. Dulu
soeharto sanggup menyelesaikan masalah tersebut namun sekarang Soeharto tidak
dapat menyelesaikannya. Banyak terjadi demontrasi yang menginginkan Soeharto
turun dari jabatannya sebagai Presiden bahkan orang- orang kepercayaannya yang
dulu mendukungnya untuk menjadi presiden mulai berkhianat membela para
demonstran. Tapi Soeharto tetap sabar menghadapinya dan akhirnya Soeharto pun menerima
dengan lapang dada, ikhlas turun jabatan dengan banyak hujatan.
Tahun
tahun setelah turun jabatan dilalui Soeharto dengan penyakitnya. Beliau beberpa
kali masuk Rumah Sakit dan sembuh. Sampai akhirnya, pada tanggal 27 Januari
2007 sekitar pukul 13.10 beliau dinyatakan telah meninggal. Banyak pelayat yang
datang untuk berbela sungkawa. Hal ini menandakan bahwa masih banyak orang yang
menyukainya. Dan kini masyarakat nampaknya rindu akan hadirnya sosok pemimpin
seperti Soeharto. Buktinya banyak truk truk yang di beri gambar foto Soeharto
dengan berbagai tulisan yang mengungkapkan kerinduannya.
3 komentar:
mantap, terus menulis mbak.
Insyaallah pak
Kesimpulanya mana kak?
Posting Komentar