Rabu, 20 April 2016

Sinopsis Biografi Soeharto



Sinopsis Biografi Soeharto


Buku yang berjudul “GIMANA KABARMU, NAK, MASIH ENAK ZAMANKU, THO?” ini menceritakan tentang kerinduan masyarakat pada system pemerintahan yang dilaksanakan pada zaman Soeharto. Siapa Soeharto itu??... soeharto adalah presiden kedua republic Indonesia. Berikut biografi tentang Soeharto.


Soeharto lahir pada tanggal 8 Juni 1921 di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Beliau lahir sebagai anak ketiga dari pasangan Sukirah dan kertosudiro. Karena ayahnya hanya seorang pengatur air disawah dengan penghasilan yang pas-pasan membuat proses persalinan Soeharto tidak dilaksanakan di Rumah Sakit melainkan hanya dibantu oleh dukun bayi yaitu Mbah Kromo yang tak lain masih saudara ibu Sukirah.
Kehidupan kecil Soeharto tak seenak yang dibayangkan. Tak lama setelah beliau lahir kedua orang tuanya bercerai. Karena percerain itu, ibu Sukirah jatuh sakit dan tidak dapat menyusui Soeharto kecil yang pada saat itu masih berumur 40 hari. Dengan kejadian itu Soeharto dibawa kerumah Mbah Kromo. Dibawah asuhan Mbah Kromo, Soeharto kecil belajar berdiri dan berjalan. Bukan hanya itu, Mbah Kromo juga mengajarinya bertani, bekerja keras, juga belajar menjadi pemimpin dengan penuh keuletan.
Setelah tamat SD atau dahulu disebut SR di Wonogiri, Soeharto kembali ke kampung kelahirannya, Kemusuk. Beliau kembali ke kampung halamannya untuk melanjutkan sekolah menengah pertama (SMP). Beliau memilih SMP Muhammadiyah sebagai tempat belajarnya karena beliau suka dengan peraturannya, yaitu boleh mengenakan sarung tanpa mengenakan sepatu. Karena tidak ada biaya untuk melanjutkan setelah lulus SMP, Soeharto pun berusaha mencari pekerjaan kesana kemari. Tak lama kemudian, beliau mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu klerek pada sebuah bank desa (volk bank). Tapi tak lama setelah itu Soeharto meminta berhenti. Ketika usianya 21 tahun, tepatnya pada tahun 1942, beliau mendaftar sebagai anggota Koninklijk Nederlands Indisce Leger (KNIL). Beliau  diterima tapi hanya sempat bertugas selama 7 hari karena Belanda menyerah kepada Jepang. Soeharto pun pulang kampung dan dikampung beliau masuk sekolah milliter di Gombong, Jawa Tengah. Beliau lulus sebagai lulusan terbaik pada saat itu.
Saat meletus Perang Dunia II, Soeharto bergabung lagi dengan KNIL. Kariernya di bidang militer terus menanjak. Pasca Perang kemerdekaan Soeharto dianggat menjadi komandan Brigade Garuda Mataram dengan pangkat letnan kolonel. Kini usia Soeharto menginjak 26 tahun. Beliau sejenak berhenti dari memikirkan tugas tugas kamiliterannya. Beliau hanyalah laki laki normal yang menginginkan adanya pendamping hidup. Pilihannya jatuh pada Siti Hartinah yang akrab disapa ibu Tien Soeharto, keturunan seorang bangsawan Solo yaitu dari dinasti Mangkunegoro, yang sudah dikenalnya waktu di Wuryantoro, wonogiri semasa sekolah disana. Dari pernikahannya beliau dikaruniai 6 orang anak. 3 anak laki laki dan 3 anak perempuan.
Jabatan Soeharto di bidang militer terus bertambah. Ketika usianya mencapai 40 tahun, Soeharto diangkat sebagai Panglima Korp Tentara I Caduad (Cadangan Umum AD) dan merangkap sebagai Panglima kohanudad (Komandan Pertahanan AD). Tak lama setelah itu, Soeharto yang ditugaskan di Indonesia Timur tepatnya di Makasar di tarik ke Markas Besar ABRI dan diangkat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (kostrad).
Tibalah saat supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) turun, yang mengharuskan Soeharto menggantikan Seokarno menjadi presiden. Dibawah kepemimpinan Soeharto Indonesia sedikit demi sedikit diakui keberadaannya. Kepemimpinannya yang tegas membuat berbagai masalah dapat diatasinya seperti masalah krisis moneter, pemberontakan G S30/PKI dan lain sebagainya. Tak hanya itu banyak penghargaan yang di dapatkannya seperti Bapak Pembangunan RI, Penghargaan Medali Emas FAO karena swasembada beras, Penghargaan Kependudukan PBB karena keberhasilan dalam bidang Keluarga Berencana (KB), dan masih banyak lagi.
Soeharto menjabat sebagai presiden selama 32 tahun atau 6 dekade. Pada dekade ke enam sebenarnya beliau sudah tidak mau menjadi presiden karena beliau merasa sudah tua. Tapi karena banyak yang menginginkan Soeharto menjadi presiden lagi, akhirnya Soeharto mengikutinya. Tak lama setelah pelantikannya yang ke enam Indonesia dilanda krisis ekonomi seperti pada awal awal pemerintahannya. Dulu soeharto sanggup menyelesaikan masalah tersebut namun sekarang Soeharto tidak dapat menyelesaikannya. Banyak terjadi demontrasi yang menginginkan Soeharto turun dari jabatannya sebagai Presiden bahkan orang- orang kepercayaannya yang dulu mendukungnya untuk menjadi presiden mulai berkhianat membela para demonstran. Tapi Soeharto tetap sabar menghadapinya dan akhirnya Soeharto pun menerima dengan lapang dada, ikhlas turun jabatan dengan banyak hujatan.
Tahun tahun setelah turun jabatan dilalui Soeharto dengan penyakitnya. Beliau beberpa kali masuk Rumah Sakit dan sembuh. Sampai akhirnya, pada tanggal 27 Januari 2007 sekitar pukul 13.10 beliau dinyatakan telah meninggal. Banyak pelayat yang datang untuk berbela sungkawa. Hal ini menandakan bahwa masih banyak orang yang menyukainya. Dan kini masyarakat nampaknya rindu akan hadirnya sosok pemimpin seperti Soeharto. Buktinya banyak truk truk yang di beri gambar foto Soeharto dengan berbagai tulisan yang mengungkapkan kerinduannya.

3 komentar:

Unknown mengatakan...

mantap, terus menulis mbak.

siti mengatakan...

Insyaallah pak

Dani Hidayat mengatakan...

Kesimpulanya mana kak?

Posting Komentar

 
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul:
Ditulis Oleh
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih