ORIENTASI DAN
PENEMPATAN
Orientasi
merupakan suatu upaya untuk mensosialisasikan atau memperkenalkan nilai-nilai
organisasi, pekerjaan, atau rekan kerja kepada pegawai baru baik secara formal
maupun informal (Hariandja, 2007). Program orientasi merupakan suatu cara yang
penting untuk membantu pegawai baru memenuhi tujuan-tujuan pribadi dan
organisasi.
Suatu program orientasi bagi pegawai baru biasanya mengandung 3
kelompok materi (Siagian, 2002:158) antara lain: (1) Isu Organisasional,
meliputi: Sejarah organisasi, latar belakang dan filsafat para pendirinya, nama
dan gelar para pejabat eksekutif senior, gelar pegawai sendiri dan satuan kerja
di mana yang bersangkutan akan ditempatkan, tata ruang dan letak sarana dan
prasarana kerja, peraturan yang harus ditaati yang menyangkut disiplin
organisasi, prosedur yang menyangkut kesehatan dan keselamatan kerja, masa
percobaan yang berlaku bagi para pegawai baru, (2) Penghasilan, imbalan,
bantuan, dan jasa-jasa organisasi, meliputi: skala gaji, hari penerimaan gaji, jam
istirahat, hari-hari libur, bantuan di
bidang asuransi, jasa-jasa organisasi (transportasi, beasiswa, dll), kebijaksanaan
tentang hak-hak para pensiunan, kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan,
dan jasa konseling, (3) Tugas pekerjaan, meliputi: lokasi pekerjaan, rincian
uraian pekerjaan, penjelasan singkat tentang tugas pekerjaan yang bersangkutan,
sasaran pekerjaan, hubungan pekerjaan yang bersangkutan dengan pekerjaan lain,
persyaratan kesehatan dan keselamaan kerja. Orientasi Sumber Daya Manusia (SDM)
dibedakan menjadi 2 jenis (Gomes, 2003:202), antara lain: (1) Orientasi Formal.
Para pegawai yang baru harus diorientasikan untuk 4 hal yang berbeda, yaitu: data
deskripsi tentang kedudukan secara umum, tunjangan-tunjangan organisasi,
kebijaksanaan-kebijaksanaan, dan pelayanan-pelayanan. tujuan-tujuan, struktur ,
dan lingkungan kerja organisasi, tugas-tugas dari suati kedudukan, kondisi-kondisi
dan standar kinerja, (2) Orientasi InformalOrientasi informal akan dilakukan
oleh para coworkers dari pegawai
baru. Orientasi ini bisa bersifat mendukung maupun sebaliknya, namun selalu
memberikan pengetahuan yang lebih luas. Orientasi informal baisa berbentuk on
verbal atau dengan kata lain para pegawai baru dapat belajar mengenai instansi
dengan melihat rekan-rekannya dalam berhubungan dengan para klien, antar sesama
pekerja atau dengan para supervisor. Setelah diadakan orientasi maka dilakukan
penempatan. Menurut Hariandja (2007:156) “penempatan merupakan proses penugasan
atau pengisian jabatan atau penugasan kembali pegawai pada tugas atau jabatan
baru atau jabatan berbeda”. Syarat-syarat penempatan (Gomes, 2003:118) antara
lain: informasi analisis jabatan, yang memberikan deskripsi jabatan,
spesifikasi jabatan, dan standar-standar prestasi yang disyaratkan setiap
jabatan, rencana-rencana sumber daya manusia yang memberikan informasi kepada
atasan tentang tersedia atau tidaknya lowongan pekerjaan dalam organisasi, keberhasilan
fungsi rekrutmen, yang menjamin atasan bahwa tersedia sekelompok orang yang
akan dipilih. Metode penempatan (Gomes, 2003:122) antara lain: (1) Tinjauan
data biografis, (2) Tes Ketangkasan, (3) Tes Kemampuan, (4) Tes performansi,
(5) Referensi, dan (6) Evaluasi performansi.
0 komentar:
Posting Komentar