Rabu, 20 April 2016

Resume Orientasi dan Penempatan SDM



ORIENTASI DAN PENEMPATAN


Orientasi merupakan suatu upaya untuk mensosialisasikan atau memperkenalkan nilai-nilai organisasi, pekerjaan, atau rekan kerja kepada pegawai baru baik secara formal maupun informal (Hariandja, 2007). Program orientasi merupakan suatu cara yang penting untuk membantu pegawai baru memenuhi tujuan-tujuan pribadi dan organisasi. 

Suatu program orientasi bagi pegawai baru biasanya mengandung 3 kelompok materi (Siagian, 2002:158) antara lain: (1) Isu Organisasional, meliputi: Sejarah organisasi, latar belakang dan filsafat para pendirinya, nama dan gelar para pejabat eksekutif senior, gelar pegawai sendiri dan satuan kerja di mana yang bersangkutan akan ditempatkan, tata ruang dan letak sarana dan prasarana kerja, peraturan yang harus ditaati yang menyangkut disiplin organisasi, prosedur yang menyangkut kesehatan dan keselamatan kerja, masa percobaan yang berlaku bagi para pegawai baru, (2) Penghasilan, imbalan, bantuan, dan jasa-jasa organisasi, meliputi: skala gaji, hari penerimaan gaji, jam istirahat,  hari-hari libur, bantuan di bidang asuransi, jasa-jasa organisasi (transportasi, beasiswa, dll), kebijaksanaan tentang hak-hak para pensiunan, kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan, dan jasa konseling, (3) Tugas pekerjaan, meliputi: lokasi pekerjaan, rincian uraian pekerjaan, penjelasan singkat tentang tugas pekerjaan yang bersangkutan, sasaran pekerjaan, hubungan pekerjaan yang bersangkutan dengan pekerjaan lain, persyaratan kesehatan dan keselamaan kerja. Orientasi Sumber Daya Manusia (SDM) dibedakan menjadi 2 jenis (Gomes, 2003:202), antara lain: (1) Orientasi Formal. Para pegawai yang baru harus diorientasikan untuk 4 hal yang berbeda, yaitu: data deskripsi tentang kedudukan secara umum, tunjangan-tunjangan organisasi, kebijaksanaan-kebijaksanaan, dan pelayanan-pelayanan. tujuan-tujuan, struktur , dan lingkungan kerja organisasi, tugas-tugas dari suati kedudukan, kondisi-kondisi dan standar kinerja, (2) Orientasi InformalOrientasi informal akan dilakukan oleh para coworkers dari pegawai baru. Orientasi ini bisa bersifat mendukung maupun sebaliknya, namun selalu memberikan pengetahuan yang lebih luas. Orientasi informal baisa berbentuk on verbal atau dengan kata lain para pegawai baru dapat belajar mengenai instansi dengan melihat rekan-rekannya dalam berhubungan dengan para klien, antar sesama pekerja atau dengan para supervisor. Setelah diadakan orientasi maka dilakukan penempatan. Menurut Hariandja (2007:156) “penempatan merupakan proses penugasan atau pengisian jabatan atau penugasan kembali pegawai pada tugas atau jabatan baru atau jabatan berbeda”. Syarat-syarat penempatan (Gomes, 2003:118) antara lain: informasi analisis jabatan, yang memberikan deskripsi jabatan, spesifikasi jabatan, dan standar-standar prestasi yang disyaratkan setiap jabatan, rencana-rencana sumber daya manusia yang memberikan informasi kepada atasan tentang tersedia atau tidaknya lowongan pekerjaan dalam organisasi, keberhasilan fungsi rekrutmen, yang menjamin atasan bahwa tersedia sekelompok orang yang akan dipilih. Metode penempatan (Gomes, 2003:122) antara lain: (1) Tinjauan data biografis, (2) Tes Ketangkasan, (3) Tes Kemampuan, (4) Tes performansi, (5) Referensi, dan (6) Evaluasi performansi.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul:
Ditulis Oleh
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih