Sinopsis Novel “A Bowl Of Love”
Khaylila, ibu rumah
tangga yang secara diam-diam menjalin hubungan lagi dengan bekas pacarnya
(Hendra) dalam keadaan mengandung anak pertamanya dengan Angga. Tanpa sepengetahuan
Angga, Lila begitu ia akrab disapa melakukan hal yang tak semestinya ia lakukan
contohnya makan bersama Hendra, telfon telfonan di belakang Angga seperti
halnya orang yang lagi pacaran. Setelah berjalan selama tiga bulan, Lila sadar bahwa apa
yang dilakukannya salah. Sebelum perselingkuhan itu diketahui Angga,
Khaylilapun memutuskan perselingkuhannya dengan Hendra.
Beberapa bulan setelah
itu, Khaylila pun melahirkan anak pertamanya yang di beri nama “Andika
Putratama Liangga” atau bisa disapa Lan. Angga senang, karena ia sekarang di
panggil bapak, begitu pula dengan Lila yang menjadi wanita sempurna karena
telah melahirkan seorang anak laki laki. Tak lama setelah itu, mereka
bertengkar karena Lila mencium bau parfum cewek dibaju Angga sepulang kerja
dari Bandung. Dalam perjalanan pulang Angga mampir ke Gazebo(salah satu tempat
makan terkenal di bandung). Setelah sekian lama ditanya tidak mengaku, akhirnya
Angga mengaku kalau ia ditempat itu bukan hanya sama teman kerjanya saja
melainkan ia bertemu Shita dan kawan kawan. Shita adalah teman Bagus(teman
kerja Angga).
Ketika Lan berusia 2,5
tahun, Bagus menikah dengan wanita pilihan ibunya. Istri Bagus wanita yang baik,
pakai jilbab nggak seperti pacar Bagus sebelumnya. Lila dan Angga di daulat
untuk menjadi terima tamu. Karena balutan kebaya yang digunakan Lila susah
dibuat gerak akhirnya Lan dititipkan ke sepupu Bagus yang sudah dikenal Angga
dengan akrab karena Lan sudah mulai lancar berlari. Di acara pernikahan Bagus
itu, datang Shita dan kawan kawannya. Shita menghampiri Angga yang masih
melotot melihat kearahnya. Angga salah tingkah ketika Shita menyapanya, untuk
menutupinya Angga mengenalkan Shita sama Khaylila istrinya. Disana mereka
berbincang bincang, tanpa disengaja Shita mengatakan bahwa sebulan yang lalu ia
bertemu dengan Angga waktu ia pergi ke Jakarta. Lila yang tak tahu hal itu,
karena Angga nggak pernah ngomong kalau dia akan menemui Shita dia pun langsung
marah dan pergi bergabung dengan istri teman teman Angga yang lainnya.
Di perjalanan pulang
Lila masih tak mau ngomong dengan Angga. Angga yang mencoba menawar hatinya
tidak dihiraukannya, sampai akhirnya ada telepon masuk di hp Angga.telepon itu
dari mas Didin (kakak Angga) dan Lila segera mengangkatnya. Ternyata ia
memberitahu kalau ibunya Angga masuk Rumah sakit. Lila pun akhirnya berbicara
ke Angga dengan pelan pelan karena dia takut kalau Angga gugup di saat dia
mengemudi. Angga pun mengerti penjelasan Lila.
Sesampai dirumah sakit
Angga langsung menuju ke kamar ibunya dengan menggendong Lan yang sedang tidur.
Disana keluarga Angga sudah berkumpul. Ternyata ibu Angga tidak kenapa napa,
hanya kecapekan karena mau ada arisan dirumahnya. Ketika kami semua
bercengkerama, tiba tiba Angga menarik Lila keluar. Dia menyuruh Lila tes
kehamilan mumpung di Rumah sakit dengan alasan karena akhir akhir ini Lila
sering marah marah, dan Angga ingat masa waktu Lila hamil Lan. Akhirnya setelah
melalui perdebatan pendek dengan Angga, Lila pun mengikuti saran Angga. Setelah
menunggu, hasilnya pun keluar, dan ternyata hasilnya positif. Angga yang
mengetahui itu senang bukan main, keluarga yang mengetahuinya juga ikut
bahagia, tak terkecuali Lan yang masih belum tahu. Lila senang hari ini,
walaupun Angga masih berhutang penjelasan tentang pertemuannya dengan Shita
sebulan yang lalu.
Tak lama setelah
kejadian itu, Lila dan Angga bertengkar hebat. Sampai sampai Lila pergi dari
rumah dengan membawa Lan. Lila dan Lan menginap di rumah mbak Mella. Sesampai
dirumah mbak Mella, Lila langsung menceritakan apa yang terjadi padanya dan
Angga. Setelah berjalan kira kira 10 hari, Lila masih belum mau menemui Angga
atau mengangkat telepon dari Angga, padahal Angga selalu kerumah mbak Mella
sepulang dari kantor untuk menjenguk Lan. Lama kelamaan Lila merasa kasihan
pada Angga di tambah Lan yang selalu menangis ketika Angga pulang seusai
menjenguknya. Di hari ke 11, Lila memutuskan untuk mengirim SMS ke Angga. Di
sisi lain Angga sedang berkencan dengan Shita karena dia frustasi tak mendapat
maaf dari Lila. Angga yang waktu itu sedang ke kamar mandi dan handphone nya
ketinggalan di meja. Spontan SMS Lila dibalas sama Shita dan SMS balasan
itu,langsung dihapus sama Shita. Lila disuruh pergi ke tempat itu tempat dimana
Angga dan Shita ketemuan. Lila yang mendapat balasan SMS itu, langsung pergi ke
tempat tujuan. Sesampai ditempat Lila kaget karena pada saat itu Angga sedang
berciuman dengan Shita. Spontan Lila memanggil nama Angga. Angga yang mendengar
itu, langsung pergi menjauh dari Shita dan pergi kearah Lila. Lila tak mau
mendengar penjelasan dari Angga, dia langsung pergi ke tempat parkir untuk
mengambil mobil dan segera pulang. Lila menangis di sepanjang perjalanan.
Ditengah tengah perjalanan Angga yang khawatir karena Lila sedang mengandung
menelpon Lila. Ditelpon mereka bertengkar hebat, di saat mereka bertengkar tiba
tiba Lila menabrak plang pembatas jalan. Karena pendarahannya sangat hebat
akhirnya Lila dilarikan ke rumah sakit. Angga yang mengetahui hal itu langsung
pergi ke rumah sakit. Sesampainya dirumah sudah banyak keluarga Angga yang ada
disana. Tak lama setelah menunggu, akhirnya dokter pun keluar dari ruang gawat
darurat. Angga yang khawatir langsung menghampiri dokter itu, kata dokter
itu,,,”maaf kami tidak bisa menyelamatkan janinnya,kami sudah berusaha
semaksimal mungkin”. Angga yang mendengar kata kata dokter itu, ia spontan meremas
rambutnya dan menyesali perbuatannya. Lila yang masih shok dan marah sama Angga
tak mau menemui Angga. Sampai suatu saat, Lila dinasehati sama temennya (Dira).
Dira menceritakan apa yang dilakukan Angga selama ini selama Lila nggak mau
menemuinya. Dengan penjelasannya Dira, Lila yang tadinya nggak mau pulang
kerumah mereka berdua, akhirnya dia mau.
Sudah 10 hari Lila pulang dari
rumah sakit tapi dia masih belum mau ngomong sama Angga, bahkan ia tak mau
tidur sekamar dengan Angga. Ia lebih memilih tidur dengan Lan dikamarnya.
Sampai suatu hari, ditengah tidurnya Lan menangis kencang. Lila mencoba
mengatasinya sendiri, karena Lila nggak mau Angga tau dan bangun dari tidurnya.
Angga yang mendengar Lan menangis segera ia menuju kekamarnya. Angga langsung
membuka pintu kamar Lan dan bertanya sama Lila apa yang terjadi. Ajaibnya Lila
yang panic menjawab pertanyaan Angga. Badan Lan panas banget dan mereka berdua
memutuskan untuk membawa Lan kerumah sakit. Sesampai dirumah sakit, dokter
langsung memeriksa Lan, ternyata Lan hanya kecapekan. Mereka berdua amat sangat
lega mendengarnya.
Diperjalanan pulang Lan
tidur dipangkuan Lila dan panasnya mulai menurun, Angga yang terlihat agak
canggung memberanikan diri berbicara sama Lila. Ternyata Lila menjawabnya,
mereka berbincang bincang selama perjalanan. Angga menceritakan apa yang
terjadi antara Shita dan dia. Akhirnya mereka baikkan, karena Anak (Lan).
Judul : A Bowl Of Love
Pengarang : Shesa Khasandy
Penerbit : Pustaka Anggrek
Tahun Terbit : 2008
Jumlah Halaman : 152 Halaman
0 komentar:
Posting Komentar